Cinta
Vegadiktif
Nyali pemusnah gundah gulana.
Memastikan pemakaman tekanan jiwa.
Mematahkan jeruji, menayub sukarela.
Tanpamu, menggerogoti seluruh aku.
Terpekik ricuh dadaku,
meriak menerkam jiwaku.
Kau memupuk adab dan norma, aku; tanpa label.
Dahulu akal-hati lapar overdosis air-mata,
penyangkalan dan terjun bebas.
Kau pelipur batin.
Pendorong upaya deru napas hari.
Pemusnah akar liar hati.
Menjadi selimut malam dan pelukan pagi.
KAU pemilik rindu yang tak bertepi,
harmoni jiwa merangkai sunyi.
harmoni jiwa merangkai sunyi.
Jantungku berdetak menangkap irama suaramu,
menjadi melodi abadi pembuluh darahku.
menjadi melodi abadi pembuluh darahku.
KAU gemerlap bintang di langit malamku,
mercusuar bagi jiwa pencari arti.
Kulihat surga kecil hadir dimata teduhmu,
menjadi bahtera cinta yang takkan usai.
menjadi bahtera cinta yang takkan usai.
KAU aurora cinta pemulas cakrawala kalbu,
Bunga harum abadi tak lekang oleh waktu di kebunku.
Setiap napasku berdesah rindu memanggilmu,
cintaku tumbuh mengakar setiap waktu, hari, bulan dan tahun.
KAU pulihkan kinerja akal-sehat dan batinku,
KAU maklumi eksistensi luar tanganku,
KAU terima darah yang mengalir dalam diriku,
KAU sensor sigap tercanggih saat ku acuh membokongi destinasi hidupku,
dan KAU melemahkan kemampuanku tuk jelaskan gagahnya cintaku pada KAU.
I Love You More Than Ever.
Tidak ada komentar