Intensitas


Berlalu lalang berdatangan memberi kabar, sang puan hanya tersenyum kecut mencoba tenang. Namun, jauh dilubuk hati kecemasan mengaduk-aduk isi pikiran. 

Di tengah kacau batin yang berkecamuk mengorek isi hati, telinga sang puan berdengung. Perih bisikan ruang dalam bernama hati. 


Guratan-guratan tipis awan Berkelebat membentuk warna menawan, keindahan semesta kalah dengan rancu pikiran. Tatapan kosong tak bergeming tersirat cemas berlebih. 



Tak menyerah. 







Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.