Issue's
Fatamorgana
Apa yang ku tuju?
Mentari perlahan bersinar mengufuk ditimur bersuar, ku menelisik bersit yang menyebar di celah embun, bertaburan butir mutiara berkilauan daun.
Ku menyingkap tirai memandang bias-bias embun pagi mulai menyelinap di liang sajakku.
Kesejukan menyapa sang fajar, Kicau merdu kenari memagut indah dalam lantunan.
Menghembus nafas gusar. Menoleh lelah dinding penuh penghargaan, prestasi ku sia-sia tak tersapa validasi.
Jemari ku sibuk mengaduk secangkir kopi ku untuk yang ke empat kalinya.
Persetan dengan lambung, ku hidup segan mati tak mau.
Maaf bu, aku kehilangan, lagi.
Menghempas raga berupaya rileks menatap langit-langit tempat tidur. Tak sanggup merencanakan hari esok, ini diluar kehendak.
Tidak ada komentar