aku
si Jouska
Pukul 11.37 mendorong kaki mencari kopi
Kelopak indra penglihat menyahuti suara, Aku terlahir kembali.Kicauan diagnosa bergidik menutur menjadi caraku menghentikan waktu selain tidur.
Dibawah atap kedai jadul- Sang pengampu membakar cerutu.
Udara malam terlihat bersedia menavigasi hidup hari ini.
"Jouska dilarang konsisten menyapa malam 11.40, dikau ini gadis muda. Analisis opini yang berevolusi menjadi dialog berjalan ini dilarang tertelan pikiran sendiri ya!" goda sang pengampu.
"Siskya bapak.. SISKYA."
"Ya Siska... Sebenarnya [Siska] ini yang ber[jouska] atau [jouska] ini yang ber[Siska]?"
Gelak tawaku membanjiri kursi kedai.
"Mengapa Jouska sih pak? Relevansi kata nya dari mana? Haduh bapak ini hari-hari penuh dengan filosofi."
"Semuanya berkesinambungan kok, Suara dan untaian kata yang Siska ucap pun disetujui oleh semesta. Bobot dan merdu nya sama rata. Ciri khas dentum suara dan perdebatan kecil Siska mudah diingat di dalam kepala.
Kata 'Jouska' kental dengan percakapan imajiner didalam kepala manusia. Suatu imajiner, menunjukan kreatifitas [Hidup]. Siska juga sosok yang pandai berbicara, kreatif dan sangat [Hidup] sekali menurut saya." Tutur pengampu.
"Betul, saya memang hidup sekali, kalau dua kali reinkarnasi namanya. Kalau gitu saya mengganti usn instagram saya dengan nama 'urj0uska' saja!" canda ku mengundang gelak tawa sang pengampu.
Tulisan ini untuk mengabadikan pertemuan dengan beliau yang mengesankan
Cirebon, 2021.

Tidak ada komentar