sad
Resapan
Inci sayat tawa menggulung malam, riung ku mencabik kebakaran sepi.
Menghuni masa lampau, ranting mati menunggu dijajah rotasi udara.
Mabuk perayaan pukul jejaring masokis menyelinap nadi, melebur membusuk jalan raya.
Hitam putih, tidurku. Siang melalap alam sadar, pejam disamping jendela.
Maut sesekali mengecup kening, huru-hara memohon telan.
Hak milik sunyi gaduhnya sendiri.
Insan serupa alam, tak terus menerus terang cuaca.
Siklus matahari bulan, malam akan bertugas.
Asap melebur bersama udara, tawa riang bianglala.
Percikan puntung bercak lipstik merah muda terselip masa muda.

Tidak ada komentar